Untukpergi ke jogja mau pakai kendaraan apapun bisa mau pesawat,kereta api,atau bus tapi saya lebih suka naik kereta api karna udah lama gak naik kendaraan ini , oke Tanpa pikir panjang pada hari itu pun saya langsung booking tiket kereta api kelas ekonomi 2 minggu sbelum keberangkatan dari bandung karna takut kehabisan. awal nya saya memilih Akhirnyakita ke bandara naik bus dan ga jadi naik kereta karena budgetnya terpakai sudah. So, berakhirlah perjalanan kita keliling kota Kuala Lumpur, walaupun ga semuanya siy, yang penting happy!!! Btw, budget yang kita keluarkan untuk trip ini sekitar 2 jutaan. AyoNaik Kereta Api Ke Bromo 2H1M (Keberangkatan dari Yogyakarta) sahabat ataupun solo backpacker. Jika Anda sudah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api, kami menyediakan penawaran khusus mengunjungi Gunung Bromo dengan menggunakan kereta api. Tiket Kereta Sancaka (Yogyakarta - Surabaya) ekonomi: 16.40 - 21.25 / Tiket Jikanaik kereta api teman-teman bisa dari surabaya terlebih dahulu kemudian naik kereta menuju banyuwangi. Kemudian di banyuwangi nanti bisa naik bis atau travel yang menuju ke bali. Jika menggunakan bus, nanti akan melewati selat bali dan akan menggunakan kapal feri untuk menyeberang dari pelabuhan ketapang di banyuwangi menuju pelabuhan Vay Nhanh Fast Money. Juliana Intan Permatasari Niatnya sih mau jalan-jalan ke Bali via pesawat buat ngilangin stres, tapi bosen perjalanannya gitu-gitu aja. Eits… kali ini Atourin akan membagikan pengalaman yang ga terlupakan. Karena Atourin percaya, ketika kita melakukan perjalanan sendiri ke kota yang belum pernah dikunjungi, akan selalu ada hal-hal baru yang bisa dipelajari. Misalnya, “emang bisa ke Bali pake kereta? beneran? rute keretanya dari mana? Harga tiketnya berapa?” Nah dari pada teman-teman penasaran, Atourin coba bagikan panduan, tempat pemesanan hotel/ motel termurah, serta rekomendasi destinasi populer, kuliner populer sampai buah tangan khas yang harus banget teman-teman kunjungi dan miliki. Ini adalah cerita di sepanjang daerah yang kamu lalui menuju Bali. Jika kamu berangkat dari Jakarta, maka jalur kerata yang dipilih bisa jalur pantai utara Jawa atau pantai selatan Jawa. Kali ini Atourin akan bawa kamu menyusuri selatan Jawa dan berhenti di beberapa daerah menarik yakni Yogyakarta dan Banyuwangi. Jakarta Senen – Lempuyangan Sebelum berangkat, dan berpergian solo sendirian. Atourin sarankan untuk menulis catatan perencanaan perjalanan, semacam bucket list di buku catatan kecil. Semacam menulis rencana impian akan menginap dimana? Tempat tempat impian apa saja, yang ingin di kunjungi? Sampai lebih mencari tahu info mengenai harga reservasi hotel di kota tujuan. Untuk mengecek harga termurah disetiap kota yang akan teman-teman kunjungin, . Karena Wego berani memberikan harga miring untuk setiap pemesanan dalam perjalanan teman-teman semua. Itu semua akan menjadi pegangan teman-teman selama di perjalanan. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan tumblr air mineral dan payung dalam tas ya. Stasiun Lempuyangan adalah stasiun kereta api tipe B yang terletak di Kelurahan Bausasran Kêmantrèn Danurejan di Yogyakarta. Letaknya sekitar 1 km sebelah timur dari stasiun kereta api utama kota, Stasiun Tugu. Untuk sampai ini, teman-teman hanya perlu memesan tiket kereta api “Bengawan”ekonomi dengan rute perjalanan Jakarta – Jogja dengan harga dan menghabiskan durasi perjalanan selama 8 jam. Dengan harga tadi, teman-teman sudah bisa menikmati sejuknya AC serta segala kenyamanan yang disediakan dari kereta ini. Perjalanan pun semakin nyaman dan bersih, karena telah diberlakukan aturan bebas asap rokok di setiap gerbong, serta tempat duduk penumpang pun kini dilengkapi dengan nomor. Jadi tidak akan desak-desakan perjalanan 8 jam di dalam kereta. Jika ingin buang sampah, tenang PT KAI sudah menyediakannya di setiap ujung gerbong, tepatnya di dekat toilet. Jika teman-teman ingin langsung melanjutkan perjalanan, teman-teman bisa langsung memesan tiket selanjutnya dengan rute Stasiun Lempuyangan – Stasiun Ketapang Banyuwangi. Tetapi jika ingin mengulik Kota Yogjakarta sendirian selama satu malam, teman-teman bisa langsung cek aplikasi Wego di smartphone untuk reservasi pemesanan hotel di daerah Lempuyangan. Praktis kan! Pasar Lempuyangan Jika perjalanan kereta Bengawan selesai ketika fajar tiba, dan teman-teman ingin santai sejenak menikmati sarapan pagi khas Yogyakarta. Coba deh jalan kaki menuju pasar Lempuyangan di Jalan Hayam Wuruk, Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta. Lalu masuk lewat pintu selatan Pasar Lempuyangan dan coba makanan yang namanya jenang Bu Gesti. Untuk menikmati makanan otentik khas Yogyakarta ini, teman-teman hanya perlu membayar sekitar /porsi. Menu yang ditawarkan pun ada 4 variant Jenang, yaitu jenang sumsum coklat manis, jenang sumsum putih, jenang candil, dan jenang mutiara. Tekstur yang dihasilkan ketika masuk ke dalam lidah begitu lembut. Makanan ini selalu disajikan dengan tambahan santan sebagai pelengkap rasa gurih dan manis yang tidak membuat eneg. Jenang Bu Gesti membuka dagangannya dari pukul pagi sampai jam siang. disarankan untuk menjadikan jenang sebagai santapan sarapan pertama. Karena jika teman-teman kesiangan, dikhawatirkan kalian akan kecewa karena sudah kehabisan jenang yang terkenal ini. Soto Ayam Pak Yono Lokasinya masih berada di area Pasar Lempuyangan Yogyakarta dibagian sisi utara. Soto Pak Yono juga selalu ramai pengunjung. Satu porsi dengan ukuran besar, Soto Pak Yono dihargai sampai per-porsi. Harganya tentu tergantung isian yang kalian pilih. Isi dari soto ini mulaidari nasi, suwiran ayam, bihun, toge, tahu, sampai lenthok perkedel khas Yogyakarta. Tidak lupa dengan taburan bawang goreng yang banyak agar rasanya makin maknyus. Malioboro Setelah selesai sarapan dan berniat untuk staycation satu hari di Kota Yogyakarta. Mungkin teman-teman mau beralih ke kawasan yang selalu ramai dikunjungin oleh para wisatawan lokal maupun internasional. Jaraknya 1 km dari Stasiun Lempuyangan, namanya Jalan Malioboro. Daerah yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umum, bahkan selalu dijadikan tempat ber-swafoto untuk dipamerkan ke media sosial. Jika matahari sudah tepat di ubun-ubun, teman-teman bisa berkunjung ke kedai kopi di sekitar Jalan Malioboro untuk bersantai sambil menikmati suasana sekitar. Bertemu dan berbincang dengan masyarakat lokal sambil menikmati suasana khas Jogja di jalan Malioboro, sepertinya akan menjadi pengalaman yang menarik juga tentunya. Pasar Beringharjo Untuk teman-teman yang merasa mempunyai jiwa-jiwa vintage art sejak dini maka tempat ini adalah surga bagi kalian. Wajib bagi kalian untuk mengunjungi Pasar Beringharjo. Pasar yang menyediakan berbagai pernak-pernik dari mulai aksesoris, tas dengan berbagai model yang unik, serta aneka batik dengan aneka corak dan gaya serta desain otentik kekinian khas Yogyakarta dengan harga murah. Kerajinan Perak Khas Kotagede Ketika mendengar nama Kotagede, mungkin teman-teman langsung teringat dengan streotype kota dengan kerajinan perak-nya. Kampung yang menjadi jantung kota Yogyakarta ini sudah memasarkan hasil karya mereka di kelas internasional. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Umbulharjo Kabupaten Bantul, menjadikan profesi seni bukan hanya sekedar seni, tapi masyarakat kotagede membuktikan, bahwa dengan profesi seniman, juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang untuk mencari nafkah, dan memperbaiki perekonomian masyarakat Kotegede. Ketika teman-teman berjalan-jalan di kampung ini, di sepanjang jalan utama Mondorakan, sudah berjejer toko kerajinan perak. Di sana teman-teman bisa langsung menyaksikan bagaimana para seniman menempa, mengukir dan membentuk perak mereka sampai akhirnya bisa menjadi sebuah perhiasan unik yang bisa di jadikan buah tangan khas Kotagede. Untuk harga yang ditawarkan tentu bermacam-macam mulai dari ratusan ribu sampai jutaan tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Tak hanya kerajinan perak saja. Bagi teman teman yang hobi mengkoleksi batu akik dan kerajinan tangan yang terbuat dari kulit pun, kerajinan-kerajinan ini bisa dijumpai di sini sebagai buah tangan dari Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan – Stasiun Ketapang – Pelabuhan Feri Ketapang Setelah transit di Stasiun Lempuyangan, sekarang kita harus berpindah menuju Stasiun Ketapang yang berada di daerah Banyuwangi Jawa Timur. Pertama-tama, teman-teman harus memesan tiket dengan rute Lempuyangan – Ketapang menggunakan Kereta Api Sri Tanjung. Harga tiket yang ditawarkan untuk satu orang dewasa sebesar dengan durasi perjalanan sekitar 10 jam. Setelah sampai di Stasiun Ketapang, perjuangan teman-teman belum berakhir. Karena teman-teman harus menempuh jarak 100 meter untuk sampai di Pelabuhan Ketapang. Pelabuhan Ketapang ialah pelabuhan kapal feri yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dengan pulau Bali lewat Selat Bali. Pelabuhan Feri Ketapang melayani rute Ketapang – Gilimanuk Bali dengan harga tiket saja, dengan durasi perjalanan 1 jam. Ketika sudah berada di kapal laut, jangan lupa untuk mengabadikan moment dengan ber swa-foto, dan nikmati pemandangan hamparan langit biru dan lautan Selat Bali ya. Perlu diingatkan kembali, ketika teman-teman memilih untuk backpacker menuju Bali menggunakan alternatif ini, teman-teman tidak bisa langsung untuk mengantarkan teman-teman ke Denpasar, melainkan setelah turun dari kapal feri, teman-teman harus menggunakan transportasi lanjutan lainnya. Pelabuhan Gilimanuk – Denpasar Diingatkan kembali juga, ketika teman-teman memilih untuk berpergian solo, jangan lupa untuk selalu menyediakan tumblr air mineral sendiri dan payung di dalam tas. Karena itu adalah dua barang yang sangat penting. Karena kita tidak pernah tahu dengan situasi baru serta keadaan cuaca yang suka berubah-ubah. Ada dua alternatif yang bisa digunakan untuk mengantarkan teman-teman ke Kota Denpasar. Atourin menamainya ala-ala dengan perjalan indie dan non indie. Untuk tipe pertama, dinamakan perjalanan indie. Karena nantinya, jika teman-teman sudah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, jangan heran dan takut jika banyak calo-calo yang menghampiri kalian dengan bertanya mau kemana. Kisaran harga tiket adalah sebesar sampai dengan durasi perjalanan selama 3jam. Disarankan untuk langsung menaiki bis yang sudah ada beberapa orang agar tidak terlalu lama menunggu. Biasanya ada bule-bule yang sedang berpergian solo juga di dalamnya, lumayan kan ada teman mengobrol selama perjalanan 3 jam di bis. Dan yang kedua adalah perjalanan non indie yaitu dengan menggunakan Bis Damri Denpasar. Berikut ada dua rute yang ditawarkan Rute Damri Ketapang Denpasar Banyuwangi pelabuhan Ketapang – Gilimanuk – Negara – Terminal Mengwi – Terminal Ubung – Kantor Damri DenpasarRute Damri Jember Denpasar Terminal Tawang Alun – Krikilan – Genteng – Banguwangi Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk – Negara – Terminal Mengwi – Terminal Ubung – Kantor Damri Denpasar Dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal, kisaran / seat. Damri Ketapang Denpasar sudah bisa mengantarkan kamu untuk sampai di Kota Denpasar, dengan durasi perjalanan 4 jam. Cara beli Tiket Damri Untuk teman teman yang tertarik dengan perjalanan ini, caranya cukup gampang. Kita bisa cek harga tiket dan jadwal keberangkatan lewat aplikasi Damri apps di Google Play Store. Atau bisa juga lewat Google Crome dan searching di website resmi Damri. Setelah itu, ikuti saja langkah-langkah apa saja yang harus diisi untuk registrasi, dan untuk rute Ketapang biasanya keberangkatan diawali dari Banguwangi. Untuk informasi bisa langsung ke Pool tiket Damri di Banyuwangi. Alamat Kantor Pool Damri Banyuwangi adalah di Jl. Jenderal Ahmad Yani Nomor 49, Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68416. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bus Damri yang bisa mengantarkan kamu ke Denpasar, kamu bisa menghubungi beberapa nomor di bawah ini; 0361 232793 Nomor Telepon Damri Denpasar0813 – 3702 – 4751 Nomor WhatsApp Damri Denpasar Total perjalanan ini, teman-teman hanya perlu mengeluarkan kisaran biaya sebesar sampai untuk sampai ke Denpasar. Gimana? Sudah tertarik mengelilingi tiga daerah di Indonesia sendirian dengan anggaran minim? Semoga informasi ini bermanfaat untuk sobat Atourin ya. Jangan lupa untuk membaca segala tips mengenai perjalan di website resmi Atourin serta follow akun instagram Atourin di Selamat jalan-jalan dan berpetualang! Ane mau coba ngeshare pengalaman pertama ane backpacker, tepatnya ke Yogyakarta, yang katanya tempat yang pas untuk backpacker pemula dan emang betul. Tapi tunggu, mungkin lebih pas-nya disebut semi backpacker. Karena masih belum sepenuhnya bisa ngirit biaya perjalanan.. Okelah, gak usah panjang lebar, langsung aja simak sendiri ceritanya.. Rabu, 4 September 2013 Berangkat naik kereta ekonomi AC Pasundan jurusan KiaracondongBandung - LempuyanganYogyakarta pkl WIB. Ane milih kereta ekonomi karna lumayan bisa ngirit pengeluaran. Harga tiket ekonomi Pasundan sendiri adalah Rp. + biaya reservasi Rp. Formasi kursi di kereta ekonomi adalah 2 3 dan saling berhadapan. Jangan ngarep senyaman kursi di kereta eksekutif atau bisnis. Spoiler for kereta api Whatever, buat ane yang penting sih bisa selamat sampe tujuan. Toh ini bukan pertama kali ane naik kereta ekonomi, dulu waktu kecil kalo mudik pun naik kereta ekonomi, jadi gak kaget juga soal kenyamanannya. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan khas daerah Pasundan dan Jawa. Didominasi oleh sawah-sawah dan pegunungan. Skip aja deh, tepat pukul WIB, sesuai jadwal. kereta yang ane tumpangin sampe juga di stasiun Lempuyangan. Pas pintu gerbang keluar, sudah berjajar tukang becak dan ojeg yang menawarkan jasanya. Ane tolak secara halus. Ane lebih milih jalan kaki aja, namanya juga Backpacker-an . Ane langsung menuju ke Malioboro cari penginapan. Toh jarak stasiun Lempuyangan ke malioboro gak terlalu jauh. Kurang lebih 1km-an.. Motong jalan lewat jalan Mas Suharto, jalan Mataram, jalan Perwakilan, sampe deh di Malioboro, tepatnya di Malioboro Mall. Sebelumnya ane udah siapin daftar penginapan-penginapan murah di daerah Gg. Sosrokusuman. lokasinya pas di sebelah Malioboro Mall. Di depan gang udah disuguhin pemandangan SPG-SPG dengan pakaian seksinya yang mungkin kerja di Malioboro Mall. langsung aja ane masuk gang, di barisan depan ada hotel WHW, salah 1 yang masuk daftar hotel incaran. Langsung masuk aja ane. Minta list harganya. Ternyata ada yang 60 ribuan. Gak pikir panjang, ane minta dianterin ke kamar buat liat-liat kondisi kamar tidur dan kamar mandinya. Di dalam kamar tidur ada 1 bed, 1 meja, dan 1 cermin. Kamar mandi di luar. Gak masalah buat ane kamar mandi luar, toh ada 5 kamar mandi, jadi gak bakal berebut atau kalo kebelet juga gak usah nunggu lama. Ane langsung mandi dan istirahat sebentar, ngumpulin tenaga. Spoiler for hotel WHW Sorenya ane JJS, jalan-jalan sore, ke arah selatan Malioboro, di titik nol Kota Yogyakarta, tepatnya depan Benteng Vredeburg. Cukup lama ane disini duduk-duduk santai sambil makan sate ayam + lontong seharga 10rb dan es teh manis 3rb. ngobrol-ngobrol sama penjual es teh manis dan tukang becakmodus biar dipake jasanya kayanya, . Buat cuci mata pun disini pas. Banyak yang bening-bening.. Spoiler for titik nol Jogja Setelah bosen cuma duduk-duduk. Ane penasaran pengen nyobain naik TransJogja. Untuk tujuan gimana ntar aja, yang penting bisa nyicipin, toh gak bakalan nyasar. Harga tiket 3ribu. Kebetulan ane punya kartu Flazz BCA, jadi cuma 2rb bayarnya, promo sampe akhir bulan September. Ane salut sama Pemda Yogyakarta, bisa bikin tranportasi massal terintegrasi yang nyaman. Yang pasti, ticketingnya pun sangat baik. Jika dibandingkan sistem ticketing angkutan serupa di ibukota, sistem ticket elektronik di Transjogja masih terjaga. Ketertiban penggunanya juga patut diacungi jempol. Alur keluar-masuk penumpangnya berjalan tertib. Gak ada tu yang namanya penumpang berebut masuk dan keluar duluan. Bisa jadi, awal petualangan seru ane di Jogja berawal di halte Transjogja Malioboro 3 Benteng Vredeburg. Disini ane dapet kenalan baru, orang Malang. Namanya Firman, awalnya ane temenan sama dia karna ane liat dia bawa tas carrier sendirian. Langsung ane tanya aja, "Lagi Backpackeran Mas? Sendirian?" ternyata bener aja. Ane tawarin aja, gimana kalo kita gabung aja, biar bisa sharing cost buat penginapan dan transportasi. Dia setuju. Abis itu kita langsung meluncur ke daerah Tugu buat nikmatin kopi joss + sego kucing sambil ngobrol-ngobrol dan ngatur rencana perjalanan. Oh, iya sebelumnya, sebenernya ane sempet buat janji juga dengan 3 orang Jakarta yang kebetulan mau backpackeran juga ke Jogja. Tapi karena masing-masing punya intinerary sendiri dan memang tanggal kedatangan yang berbeda, akhirnya ane mutusin buat jalan sendiri aja. Kamis, 5 September 2013 Di hari kedua ini, kita berencana ke Candi Borobudur dan Pantai Parangtritis. Kita sewa motor di daerah Dagen dengan tarif Rp. Sebenernya ane udah siapin daftar tempat rental motor murah daerah Jogja dan udah deal juga dengan salah satunya. Tapi karna motor pesanan ane gak kunjung dateng dan pas ditelpon balik katanya gak ada yang nganter, akhirnya kita pilih rental motor di daerah dagen aja walau cukup mahal, tapi yang penting waktu tidak terbuang percuma. Spoiler for motor sewaan Yang gak klah pnting dan sngat berguna, di era digital kaya sekarang, keberadaan smartphone sangat membantu sekali. Kita berdua sangat terbantu dengan fasilitas Google Maps dan Google Navigasi yang ada di hape android kita, kebetulan masing-masing punya. Jadi yang dibonceng bisa jadi navigator. Untuk Google Navigasi sendiri masih BETA, tapi keakuratannya ane bisa nilai 90%, malah ada audio nya yang sangat membantu. Untuk sinyal data sendiri, ada 2 operator recommended, Telkomsel dan 3Tri. Bisa tembus sampe pelosok Gunung Kidul. Menghilang pas dekat-dekat pesisir pantai, tapi gak jadi masalah toh udah sampai tujuan juga. Jangan lupa juga bawa kompas, buat jaga-jaga kalo gak dapet sinyal data, juga dikarenakan orang Jogja selalu memberi arahan dengan mata angin. Utara patokannya Gunung Merapi, Selatan pantai yang butuh aplikasi GPS offline, langsung sedot aja nih gan [URL=" jalan tanpa koneksi data -Bisa jalan di flight mode -Hanya butuh sinyal GPS -Udah termasuk map Indonesia, Singapura, Vatican -Untuk Navigator Suara bahasa Indonesia, langsung download di aplikasinya aja -Tutor udah lengkap di dalamnya Balik lagi cerita perjalanan ke Borobudur. Perjalanan kurang lebih 1 setengah jam, sesuai dengan yang tertera di Google Navigasi. Harga tiket sendiri Rp. untuk pengunjung lokal dewasa. Ini ke-3 kalinya ane ke Borobudur, jadi ane gak mesti "salto sambil bilang wow" untuk mengagumi kemegahan candi Buddha terbesar di dunia ini. Spoiler for borobudur Setelah dari Borobudur, rencananya kita mau ke Kaliurang, buat neropong Gunung Merapi. Tapi karna kita berdua capek, jadi mutusin buat langsung balik lagi ke Kota Yogyakarta. Sebelumnya kita makan siang dan mampir dulu ke Maguwoharjo International Stadium. Letaknya daerah Depok, Sleman, tepat di Ring Road Utara. Sempet gondok juga pas minta ijin foto-foto ke satpam gak dikasih ijin, katanya harus ada ijin dari Pemda. Cape deh.. di Bandung aja bebas-bebas aja mau foto di si Jalak Harupat, gak perlu ijin-ijinan. Bilang aja mau duit Pak.. hahaa.. Akhirnya kita cuma foto dari luar, di lapangan sebelah utara MIS. Tapi gak masalah lah, yang penting udah mengunjungi salah satu tur wajib penggila bola. Spoiler for MIS Lanjut nih ceritanya.. kita balik ke penginapan dulu, buat istirahat, karena cuaca waktu itu sangat panas sekali. Pukul WIB, baru kita berangkat menuju Parangtritis. Masih mengandalkan Google Navigasi. Di tengah jalan, kita kedapetan apes, ban belakang motor kita bocor, padahal jarak ke Pantai Parangtritis tinggal 15 menit lagi. Beruntung di dekat TKP ada bengkel tambal ban. Setelah beres tambal ban, kita lanjut perjalanan. tiket masuk ke Parangtritis adalah 5rb, parkir 3rb. Spoiler for parangtritis Ombak pantai selatan di bulan-bulan ini cukup besar juga dengan angin yang kencang. Kita stay disini sampe sunset tiba. Setelah matahari terbenam, kita langsung balik lagi ke penginapan. Makan sego kucing daerah Tugu. Harga sego kucing 2rb an 1 bungkus, khusus yang isi ayam 3500. untuk lauk pauknya sendiri rata-rata 2rb an. Ada sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate keong, dll. Habis itu balik hotel dan istirahat.... Jum'at, 6 September 2013 Perjalanan di hari ke-3 ini, adalah ke Gunung Kidul. Eksplore pantai-pantai selatan yang berada di balik-balik tebing. Konon katanya, daerah ini dulunya adalah lautan purba. Bisa dilihat bukit-bukit dan tebing yang didominasi bebatuan yang menyerupai batu karang sebelum tiba di bibir pantai. Lama perjalanan untuk mencapai wilayah ini adalah kurang lebih 2 jam dari Malioboro. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi hutan yang didominasi pohon kayu putih. Cuaca cukup sejuk jika melintasi daerah ini. Di awal memasuki area pegunungan kita akan disuguhi pemandangan Kota Yogyakarta dan sekitarnya dari ketinggian. Kalo di Bandung suasana seperti ini bisa dinikmati dari Dago atau Caringin TiluCartil. Sebenernya ada biaya masuk ke pantai selatan Gunung Kidul sneidir adalah 5rb, tapi dikarenakan kita mengikuti instruksi Google Navigasi, jadi kita tidak melewati gerbang utama. Jadi biayanya free. Hebat juga nih Google. Tapi untuk parkir tetap harus bayar.. Untuk yang membawa motor atau mobil, tidak perlu khawatir jika kendaraan kita mogok atau mengalami bocor ban. Karena walaupun berada di daerah pedalaman, tapi cukup banyak ditemukan bengkel-bengkel kecil. Pantai yang jadi destinasi pertama adalah Pantai Pok Tunggal. Jalan masuk dari jalur utama ke Pantai Pok Tunggal termasuk yang paling sulit. didominasi oleh jalan bebatuan dengan turunan yang curam. Tapi semua terbayar setelah kita sampe di pesisir pantai. Kita langsung disuguhin sebuah pantai mungil yang gokil banget pemandangannya. di ujung timur dan ujung barat terdapat tebing karang. Salah satu ciri khas pantai ini adalah sebuah pohon Duras. Cukup unik, karna letaknya pas di bibir pantai berdiri sendirian. Katanya ni pohon sangat dilindungin dan dikeramatkan oleh warga. widiiihh seremm.. Kata warga sih Pantai ini pengelolaannya masih secara swadaya oleh warga, jadi bisa dimaklum akses untuk masuknya masih seadanya. Tapi masih kata warga, setiap minggunya ada kunjungan pejabat Kabupaten Gunung Kidul. Mudah-mudahan ke depannya infrastruktur terutama jalan bisa diperbagus, biar wisatawan gak kesulitan masuk ke pesisir. Spoiler for pok tunggal Dari Pantai Pok Tunggal, lanjut perjalanan ke Pantai Indrayanti. Bisa dibilang Pantai Indrayanti udah termasuk pantai jadi, beda kaya Pok Tunggal. Bisa diliat dari struktur dan infrastruktur yang udah cukup baik, mulai dari penginapan, lahan parkir, tempat makan, gazebo di pesisir, dll. Lanjut lagi ke pantai Sundak. Pantai Sundak pun bisa dibilang pantai yang sudah jadi. Walau penataan masih lebih baik Pantai Indrayanti. Tapi keindahaan gak kalah.. Ada sebuah pantai tebing karang di sebelah timur, spot yang cocok untuk narsis-narsisan. Spoiler for indrayanti Spoiler for sundak Destinasi terakhir kita adalah Pantai Krakal. Untuk ke Pantai Krakal, kita cukup menyusuri bibir pantai dari Pantai Sundak. Ini kedua kalinya ane ke Pantai Krakal. Dulu waktu study tour SMA juga ane kesini. Kondisinya udah lebih maju, udah banyak penginapan-penginapan. Walau sepi dan gak ada yang nginep, wajar sih bukan musim liburan. Sangat disayangkan juga kondisi bibir pantai terlihat kotor, bukan sampah sih, tapi memang limbah dari bekas tumbuhan dan cangkang kerang.. tapi tetap mengurangi kenyamanan. Spoiler for krakal Menjelajah 4 pantai di Gunung Kidul rasanya udah cukup. Pantai Pok Tunggal jadi favorit ane. Walau akses masih lumayan sulit, tapi suasana nyaman paling dapet di pantai ini.. Berkunjung ke pantai-pantai Gunung Kidul di luar musim liburan juga jadi nilai plus. Suasana sepi, hanya beberapa wisatawan/backpacker, benar-benar cocok untuk melepas penat. Apalagi kondisi ombak di bulan ini yang cukup besar dan ganas, menambah suasana nyaman. Cocok buat yang pikirannya sedang kacau. Apalagi yang lagi galau dan hutang menumpuk. Kita langsung balik lagi ke Kota Jogja, mengurungkan niat mengexplore wisata2 lain di Gunung Kidul, karna cuaca sangat panas dan udah ngantuk juga. Sebelumnya makan mie ayam dulu di Kota Wonosari. Cuma 9rb termasuk es teh manis, tapi porsi mantap, lebih dari mengenyangkan. Sampe di hotel kita istirahat dulu. Sorenya jalan ke Malioboro, berburu benda2 yang bisa dibeli. Kebetulan Firman malem ini balik ke Malang. Seperti biasa kita nongkrong di titik nol sambil makan sate ayam. Balik lagi ke hotel, Firman siap-siap berkemas buat pulang.. Walau baru kenal 2 hari, tapi kita udah cukup akrab, mungkin karna satu nasib sebagai solois backpacker. Sebelum pulang, kita kembaliin motor dulu ke tempat penyewaan motor. Karna untuk hari terakhir ane mutusin buat explore dalem Kota aja naek TransJogja dan jalan kaki.. Sabtu, 7 September 2013 Hari terakhir di Jogja nih. Ane bangun agak siangan, soalnya 2 hari sebelumnya kurang maksimal tidur malemnya, jadi dipuas2sin dulu. Rencana sih pengen ke Prambanan tapi cuma di luarnya aja gak masuk. Sehabis mandi, ane berkemas barang dulu. Abis itu check out jam 8. Langsung menuju ke minimarket daerah Malioboro, cukup sarapan roti keju + capucino, 7rb perak aja.. cukup ngenyangin sampe siang. Beres sarapan, langsung naik Transjogja menuju ke Prambanan. Cukup 1 kali naik bus nomor 1A. bayar 2rb perak pake kartu Flazz BCA. Tadinya sih niat gak masuk ke Candi Prambanan. Tapi dipikir-pikir, buat ngabisin waktu, mending masuk aja deh.. Abis.. abis.. dah duit ane.. Harga tiket sendiri ada dua jenis. 30rbHanya Prambanan dan 40rbpaket Prambanan + Ratu Boko, udah termasuk shuttle bus. Shuttle Bus sendiri berangkat tiap 15 menit sekali. Kata petugas nya, mending ke Ratu Boko dulu, supaya nanti pas di Prambanan-nya gak perlu muter lagi. Oke deh, ane nurutin kata petugasnya. Jalan menuju Ratu Boko sendiri pertama menyusuri terminal Prambanan, masuk jalan desa beraspal yang cukup menanjak ke perbukitan. Spoiler for ratu boko Pemandangan khas perbukitan langsung keliatan nih pas kita turun dari bus. Kalo diliat dari struktur bangunan yang tersisa, keliatannya ini istana dulunya sangat megah.. karna bukan ahli arkeolog, ane ceritain yang lain aja dah.. di sebelah utara ada sebuah pendopo, kita musti menaiki beberapa anak angga dulu. Pemandangannya menghadap ke sebelah utara. kita bisa melihat secara langsung Candi Prambanan dari atas sini. Sebaiknya sih, kalo mau berkunjung ke Ratu Boko, waktu yang pas sore hari. Kita bisa ngeliat Sunset yang indah.. Puas sudah, langsung balik lagi ke Prambanan naik shuttle bus. Ini kunjungan kedua ane ke Prambanan. Untuk yang kedua kali ini, ada beberapa bangunan Candi yang sedang dipugar, dibatasi dengan pagar besi. Mungkin ini sisa-sisa dari letusan dahsyat Merapi, yang ngebuat struktur bangunan jadi rapuh. Tapi kita masih bisa masuk kok, wajib pake helm proyek. Tapi ane mutusin buat balik aja. Sebelumnya ane ambil tas dulu di tempat penginapan. Lanjut ke terminal Prambanan, numpang shuttle bus yang ke arah Ratu Boko. Karna jarak terminal Prambanan ke Candi Prambanan cukup jauh juga, ada 1 km. Apalagi kondisi stamina udah cape ditambah cuaca yang sangat panas. Spoiler for prambanan BERSAMBUNG DI KOMENG Daftar Isi Rincian Harga KRL Jogja-Solo Cara Naik KRL Jogja-Solo Cek Jadwal KRL di Stasiun Keberangkatan Siapkan KMT atau E-Money Cek Saldo dan Isi Saldo Tap-in di Gate Masuk KRL Masuk Peron dan Tunggu Kereta di Garis Aman Naik KRL Tap-out di Gate Keluar KRL Solo - Salah satu moda transportasi yang dapat dipilih ketika bepergian dari Jogja ke Solo maupun sebaliknya adalah Kereta Rel Listrik KRL. Berikut tata cara naik KRL Jogja-Solo lengkap dengan rincian dari laman Indonesiabaik yang dikelola Kominfo, KRL adalah kereta tanpa lokomotif yang memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggeraknya. KRL kerap dipilih masyarakat sebagai transportasi utama karena harga tiketnya yang terbilang itu, cara menaiki KRL yang terbilang mudah pun merupakan alasan utama moda transportasi ini menjadi primadona masyarakat. Dikutip dari laman resmi PT Commuter Line Indonesia, berikut tata cara naik KRL Jogja-Solo lengkap dengan rincian harganya. Mengutip laman resmi PT Commuter Indonesia, untuk sekali perjalanan, harga tiket KRL Jogja-Solo adalah Rp Harga tersebut dipatok sama untuk perjalanan jauh maupun dekat. Calon penumpang dapat menggunakan kartu E-Money bank atau Kartu Multi Trip KMT yang dapat dibeli di seluruh loket stasiun harga KMT sendiri yaitu Rp dengan minimal isi ulang saldo sebesar Rp Isi ulang saldo dapat dilakukan di loket stasiun, vending machine, maupun channel top up lainnya yang bekerja sama dengan PT Kereta Commuter Naik KRL Jogja-SoloCek Jadwal KRL di Stasiun KeberangkatanLangkah pertama yang harus dilakukan sebelum naik KRL adalah mengecek jadwal keberangkatan KRL di stasiun keberangkatan melalui aplikasi KRL Access maupun C-Access. Jika jadwal yang dikehendaki tersedia, maka calon penumpang dapat langsung menuju stasiun KMT atau E-MoneyLangkah berikutnya yaitu menyiapkan Kartu Multi Trip KMT sebagai metode pembayaran tiket KRL. Selain itu, dapat pula menggunakan kartu E-Money yang dikeluarkan oleh Saldo dan Isi SaldoCek saldo E-Money atau KMT di mesin pengecek saldo di stasiun. Selain itu, saldo KMT juga dapat dicek di smartphone yang sudah memiliki fitur di Gate Masuk KRLJika saldo mencukupi, calon penumpang dapat langsung menuju gate masuk KRL dan melakukan tap-in kartu di gate tersebut. Penumpang tidak perlu khawatir jika kartunya bermasalah, karena biasanya terdapat petugas yang sigap membantu para penumpang di gate Peron dan Tunggu Kereta di Garis AmanSetelah berhasil melewati gate, tujulah peron tempat KRL akan menepi dan tunggu di garis aman sampai KRL KRLSaat KRL tiba, tunggu sampai pintu terbuka dan biarkan penumpang yang akan turun keluar terlebih dahulu. Kemudian masuk ke KRL dan duduk di kursi yang kosong jika tersedia atau dapat berdiri sesuai tempat yang disediakan. Selama menaiki KRL, penumpang wajib menaati aturan yang diberlakukan di dalam kereta di Gate Keluar KRLSetelah sampai di stasiun tujuan, penumpang dapat langsung menuju ke gate keluar KRL untuk melakukan tap-out di gate tata cara naik KRL Jogja-Solo lengkap dengan rincian harganya. Semoga bermanfaat, Lur!Artikel ini ditulis oleh Santo, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "Libur Lebaran, Penumpang KRL dan Prameks Jogja Melonjak hingga 150 Ribu" [GambasVideo 20detik] rih/ahr Fitria Ana Wisata Monday, 07 Feb 2022, 2358 WIB Pantai Pok Tunggal - Salah Satu Tempat Wisata dengan Tiket Masuk Murah di Jogja Daerah Istimewa Yogyakarta DIY merupakan sebuah provinsi di Pulau Jawa yang sangat populer untuk berwisata di Indonesia. Panorama alam yang menakjubkan, kesenian dan budaya, bangunan bersejarah, keramahan masyarakatnya, hingga kulinernya membuat siapa pun yang datang ke Jogja ingin segera kembali lagi untuk menikmati segala keindahan yang ditawarkannya. Para wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal semuanya menyukai liburan Jogja, tak terkecuali backpacker yang juga sangat menyukai liburan di Jogja. Banyaknya tempat penginapan yang murah dan tempat wisata populer gratis seperti tugu Jogja dan Jalan Malioboro di pusat Kota Jogja membuat para backpacker semakin berminat mengunjungi Jogja. Untuk kamu yang ingin menikmati suasana Jogja ala backpacker berikut kami berikan beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat liburan di sana. Menuju Jogja Kereta Api - Alat Transportasi Terjangkau ke Jogja Bagi yang awal perjalanan dari Pulau Jawa kamu bisa menggunakan kereta api ekonomi, karena selain tiketnya relatif murah kereta api juga merupakan alat transportasi yang tepat waktu dan anti kemacetan. Dengan menghemat perjalanan menuju Jogja tentu sudah bisa mengurangi pengeluaran dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Untuk kenyamanan bertransportasi dengan kereta api ekonomi jangan diragukan karena PT KAI telah meningkatkan pelayanannya. Alat Transportasi Saat di Kota Jogja Sesampainya di Jogja kamu tentu membutuhkan kendaraan untuk menuju tempat peristirahatan atau menuju berbagai tempat wisata yang ada di Jogja. Jika di Jakarta ada Trans Jakarta untuk berkeliling dengan nyaman di Jakarta, maka di Jogja kamu juga bisa menemukan Trans Jogja umtuk berkeliling ke berbagai lokasi tujuan di Kota Jogja, dengan menggunakan Trans Jogja kamu juga sudah menghemat pengeluaran dalam hal transportasi. Biaya untuk naik Trans Jogja adalah sekitar Rp Jika kamu ingin berkeliling dengan jarak yang cukup dekat dari satu lokasi ke lokasi lain, tidak ada salahnya untuk berjalanan kaki sambil mengenal masyarakat setempat yang terkenal ramah. Tenang saja untuk kenyamanan berjalan kaki karena Jogja adalah kota yang nyaman bagi para wisatawan. Alternatif Transportasi Jika kamu ingin bebas berkeliling Jogja dan menuju ke lokasi yang cukup jauh dari pusat Kota Jogja, kami sarankan untuk menyewa sepeda motor. Dengan menggunakan sepeda motor kamu bisa bebas ke tempat-tempat yang tidak dilalui transportasi umum terutama Trans Jogja dan bebas memilih tempat wisata yang ingin dikunjungi. Selain itu kamu bebas berhenti di mana saja entah itu berhenti untuk mampir ke warung atau sekedar ke konter membeli pulsa atau paket data. Biaya penyewaan sepeda motor sangat bervariasi dari yang harga murah hingga yang agak mahal. Tentunya biaya tersebut tergantung dari jenis sepeda motor yang disewa, tahun perakitan dan berapa lama waktu penyewaan. Pastikan kamu menyewa sepeda motor yang cocok untuk berkeliling ke tempat-tempat yang akan kamu tuju agar nyaman selama di perjalanan. Tempat Bermalam Berlibur di Jogja kamu tidak perlu khawatir dengan masalah penginapan yang murah karena di sini banyak sekali penginapan yang bisa kamu sewa dengan harga terjangkau namun masih sangat layak dan bisa tidur nyenyak. Banyak yang menawarkan hotel dan homestay berharga murah di sekitar jalan Sosrowijayan sekitar Malioboro. Harga yang ditawarkan pada setiap tempat penginapan berbeda-beda tergantung dari fasilitas yang ada, umumnya adalah kisaran ke bawah. Penginapan seperti homestay juga bisa digunakan untuk satu rombongan lho jadi bisa semakin hemat deh... Tempat Wisata Murah Jogja Berwisata ke Jogja dan mencari tempat wisata yang instagramable tentu tidak akan susah, bahkan banyak dari tempat wisata tersebut yang memiliki tiket masuk murah bahkan ada yang gratis seperti Jalan Malioboro dan Tugu Jogja. Selain itu banyak juga pilihannya dari wisata kota, budaya, sejarah, apalagi wisata alam yang banyak tersebar di Jogja seperti wisata pantai, goa, air terjun, dan tebing. Kamu bisa berkunjung ke Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal, Taman Sari, Tebing Breksi, Jurang Tembelan, Air Terjun Sri Gethuk, Hutan Mangrove Kulon Progo, Kebun Teh Nglinggo, Hutan Pinus Mangunan, dan lain sebagainya. Pokoknya kamu tidak akan habis tempat wisata murah di Jogja. Kuliner Murah Setelah berkunjung ke wisata yang ada di Jogja, tentu kamu pasti ingin mencari tempat untuk melepas dahaga dan lapar. Untuk mencari yang berharga murah di Jogja kamu tidak akan sulit karena banyak sekali yang menjual kuliner murah, bagi para backpacker yang berhemat, sebaiknya membeli makanan di luar Malioboro karena harganya di sini cukup mahal. Kamu bisa memilih angkringan atau warteg yang banyak di pinggir jalan. Saat pagi hari dan kamu memilih homestay sebagai penginapan biasanya akan ada yang jualan sarapan keliling, kamu bisa membeli di sini karena harganya sangat terjangkau, dibawah kamu sudah bisa menikmati masakan yang lezat. Nah, demikianlah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk berwisata ala backpacker yang hemat biaya namun tetap sangat berkesan dan sangat mengasyikan. Sudah siap untuk wisata ke Jogja? Baca Selengkapnya di wisatayogyakarta pantaipoktunggal Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Wisata

backpacker ke jogja naik kereta